SELAMAT DATANG

Senin, 25 Juni 2012

Baduy Dalam

sabungan Story 2 Baduy...

Tibalah kami akan memasuki wilayah yang benar2 ngak boleh mengambil gambar.
Kami pun foto2 bersama di titik terakhir sebelum masuk kampung baduy dalam.


Perjalanan diteruskan melewati beberapa rumah warga,
dan sampai lah kami di kawasan yang banyak lumbung padinya, jumlah nya lebih banyak dari pada yang ada dan kami temui di dekat kampung baduy luar.
Dan di daerah itu licin banget karena nampak nya sering ada genangan air bahkan saya pun terpeleset disitu^^

Kemudian ada jembatan kecil yang melewati sungai kecil di bawah nya  air nya bening karena memang ini letaknya berada di hulu, setelah melewati jembatan itu tibalah kami di kampung baduy dalam.

bangunan di baduy dalam  sangat berbeda dengan baduy luar, bangunan mereka tidak memakai paku dan ukuran rumahnya lebih panjang2 daripada ukuran rumah2 orang baduy luar, dan pakaian mereka semuanya berwarna putih wajah merekapun tampak lebih polos dibandingkan wajah orang baduy luar dan orang baduy dalam tidak memakai celana yang dijahit tetapi memakai kain yang hanya di libatkan ke badan seperti memakai kain sarung,

menelusuri rumah rumah warga kami menuju rumah jaro baduy dalam untuk “permisi” dan memberi tahu maksud tujuan kami.

Sama hal nya dengan waktu di baduy luar kami pun bertanya2 tentang sejarah orang baduy,
Dan memang merekalah yang lebih tahu,karena mereka masih murni atau masih inti dari orang baduy itu sendiri tidak seperti baduy luar yang memang sudah bercampur dengan orang luar,
Bahkan sebagian besar orang nya ga mengerti dan bisa berbahasa indonesia,

Ada satu hal yang aneh dari salah satu bangunan disitu di baduy adalam ada suatu rumah yang agak menjauh dari jarak rumah lain nya dan diberi pembatas bambu, orang luar tidak boleh menginjakan kaki nya atau berkunjung kerumah tersebut bahkan warag penduduk sekitar baduy dalam pun tidak boleh,


Itulah  rumah seorang Pu’un yaitu sebutan orang yang pangkat nya lebih tinggi dari jaro.
Atau pemimpin kampung tersebut bahkan pu’un itu sendiri tidak pernah terlihat wujud nya buat orang2 yang dari luar sehingga susah sekali jika kita ingin bertemu...

Pada saat kami berada di dalam rumah jaro ada satu lagi rombongan kami datang dari jakarta mereka memang datang dan tidak menginap bersama kami di hari pertama. Saya pun keluar dari rumah jaro dan menuju ke arah sungai untuk mengambil air wudlu karena waktu mungkin sekitar jam 2 siang say pun sholat di depan seberang rumah jaro. Dam alhamdulillah nya mereka welcome untuk kita melaksanakaan ibadah di rumah mereka. Karena memang sebenarnya mereka itu agama nya kepercayaan, yang mereka sebut dengan sunda wiwitan.

Selesai shalat saya berdoa, terlihat anak pemulik rumah yang masih  kecil yang beada di dalam rumah  mengintip saya heran dan ketika say a melihat wajah mereka mereka malu lalu lari bersembunyi di dalam rumah,
Ibunya mengingat kan mereka untuk tidak berisik, saya pun membalas senyum melihat tingkah mereka yang mengintip saya dari balik ruangan....

Selesai itu saya keluar dari rumah tersebut dan berterimakasih karena telah mengijinkan saya sholat disana, saya pun keluar dan duduk diteras rumah itu,terlihat di seberang rumah,rumah jaro masih menjamu teman kami yang baru datang dari jakarta tadi.

Hujan pun turun  tapi cuacanya masih cerah,Hujaan Panas kalo istilah orang2...
Setelah selesai mereka pun keluar dan duduk sebentar,kami pun sepakat memutuskan untuk langsung segera kembali lagi ke baduy luar karena hari sudah menjelang sore,

Saya berjalan beriringan dengan anak2 dari jakarta dan memang ada dari mereka yang masih semester 1, saya pun iseng bertama kepada mereka”kuliah semester berapa dek”.
“”Semester satu kak”, saya pun membalas “oww sama dund sama saya,saya juga masih semester satu”.
Salah satu dari mereka menyeletuk “ah ngak mungkin masa udah kumisan”.
Hahaha saya pun tertawa mendengar celetukan anak itu..

Hari ga tau nya makin gelap2 setelah hujan panas tadi, setelah berjalan agak cepat ketika hampir tiba di rumah pertama tempat kami beristirahat ketika setelah melewati tanjakan insya Allah tadi hujan pun benar turun dengan deras nya.

Saya menuruni tanjakan yang terjal tadi dengan hati hati karena memang lebih bahaya jalan nya sangat licin dan terjal ketika terjatuh akibat nya bisa fatal.
hujan pun semakin menjadi dan suasana nya semakin gelap. Kamipumn harus ekstra hati2 ketika melewati jembatan terakhir tadi karena sangat licin..

saya berjalan bertiga,saya dia dan salah seorang teman saya satu lagi dari lebah banten...
agak beberapa lama kemudian muncul teman kami, kami memang terpecah menjadi beberapa kelompok kecil karena hujan tersebut bahkan teman kami ada yang tersasar,


saya pun sempat  timbul rasa takut tersasar  karena saya meninggal kan rombongan sendiri tapi untung nya ada orang yang hendak menuju baduy luar jadi saya mengikuti dia, tapi kalo dipikir lagi gimana kalo misal nya orang itu kesasar juga,he3x

saya mengikuti orang itu eh tiba2 dia menoleh ke belakang ngapain mas? Kesasar ya? saya aja kesasar  juga kok,
haha pasti nya amat sangat konyol kalo kejadian nya kaya gitu ditambah lagi jalan nya orang itu cepet banget lagi^^

hujan deras dan semakin deras di perparah lagi petir menyambar2 saya semakin mempercepat langkah saya sampai semakin jauh meninggalkan orang yang di belakang saya sedang kan orang yang didepan saya sudah tidak terlihat, saya terus melangkah dengan cepat sampai akhir nya ketemu dengan anggota dari free land dia memang orang yang paling di depan, ah saya sedikit lega..

lalu saya bertemu lagi dengan orang yang dibelakang saya tadi setelah itu baru kami bertemu dengan rumah warga lagi dia berasama seorang teman sya beristirahat dirumah itu,dan baik nya orang baduy itu menyuguhi air hangat buat kami,
 tapi saya tetap melanjutkan perjalanan walaupun hujan nya masih lebat karena saya ingin menemani teman saya yang ingin cepat sampai tidak enak membiarkan nya berjalan sendiri saya pun menemaninya walaupun hujan masih lebat.

Saya bilang sama teman saya dan dia”eh sory diluan ya ga enak kasian ninggalin dia sendirian”
“oke ya udah”. saya menitip kan dompet saya sama dia karena takut basah Saya pun berjalan mengiringi teman saya,,

Kami  pun mengobrol sambil melanjutkan perjalanan,
 ada seekor kepiting melintas saya pegang sebentar lalu saya lepaskan kembali.
Saya bicara sama teman saya “bang udah mandi belum bang”
“ Belum yo,” , sama bang,hehe “yaudah sekalian aja mandi di kali ntar”
“Ya udah bang”
Tiba di sungai walaupun keadaan masih hujan deras kami tetap mandi kami langsung turun ke bawah jembatan dan melepas baju kami dan meletakannya dibatu2 di sungai, kami pun saling bergantian menggosokan punggung :)

Tak lama kemudian terlihat teman kami melintasi jembatan tapi mereka tidak tau keberadaan kami karena memang hujan benar2 deras jadi fokus nya hanya kerjalan..

Air sungai pun terasa semakin lama semakin naik karena hujan tuirun masih sangat deras dan keadaan nya sudah tidak memungkinkan untuk berlama2 di dalam aair kami pun memutuskan naik dari sungai sebelum air benar2 pasang dan pada tingkat bahaya.

Sampai di penginapan kami kumpul dan bercerita tentang dahsyat nya hujan lebat yang barusan terjadi dan juga bercerita bahwa ada teman kami yang tersesat. Dan masih ada teman kami yang tertinggal di salah satu rumah sebelum kampung baduy luar karena terjebak hujan dan takut petir, hehe saya agak senyum sedikit ada juga rupanya anak pecinta alam yang takut petir,heheheh

Setelah berganti pakaian kami pun kembali makan bersama,tapi kali ini rasa nya lebih luar biasa karena setelah seharian berjalan dan diterpa hujan yang sangat dingin jadi kami makan terasa nikmat sekali, walaupun menu nya sama nasi hangat mie ikan sarden dan ikan asin yang gurih ditambah keripik pedas yang di beli di museum banten wahhh pokok nya nikmat banget dah makanan nya..
pokok nya kebersamaan nya kenyamanan nya semuanya dapet komplit jadi satu.

ssetelah perut terisi kamipun kembali2 berkumpul diteras tapi kali ini suasana nya lebih terang dari malam sebelum nya karena sudah ada lampu petromak ,kami mengobrol hingga keadaan nya semakin hangat,..

satu persatu kami memutuskan untuk masuk ke dalam rumah untuk istirahat, saya pun tidur agak awal dari mereka...

Continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar