sabungan Story 2 Baduy...
Tibalah kami akan memasuki wilayah
yang benar2 ngak boleh mengambil gambar.
Kami pun foto2 bersama di titik
terakhir sebelum masuk kampung baduy dalam.
Perjalanan diteruskan melewati
beberapa rumah warga,
dan sampai lah kami di kawasan yang
banyak lumbung padinya, jumlah nya lebih banyak dari pada yang ada dan kami
temui di dekat kampung baduy luar.
Dan di daerah itu licin banget karena
nampak nya sering ada genangan air bahkan saya pun terpeleset disitu^^
Kemudian ada jembatan kecil yang
melewati sungai kecil di bawah nya air
nya bening karena memang ini letaknya berada di hulu, setelah melewati jembatan
itu tibalah kami di kampung baduy dalam.
bangunan di baduy dalam sangat berbeda dengan baduy luar, bangunan
mereka tidak memakai paku dan ukuran rumahnya lebih panjang2 daripada ukuran
rumah2 orang baduy luar, dan pakaian mereka semuanya berwarna putih wajah
merekapun tampak lebih polos dibandingkan wajah orang baduy luar dan orang
baduy dalam tidak memakai celana yang dijahit tetapi memakai kain yang hanya di
libatkan ke badan seperti memakai kain sarung,
menelusuri rumah rumah warga kami
menuju rumah jaro baduy dalam untuk “permisi” dan memberi tahu maksud tujuan
kami.
Sama hal nya dengan waktu di baduy
luar kami pun bertanya2 tentang sejarah orang baduy,
Dan memang merekalah yang lebih
tahu,karena mereka masih murni atau masih inti dari orang baduy itu sendiri
tidak seperti baduy luar yang memang sudah bercampur dengan orang luar,
Bahkan sebagian besar orang nya ga
mengerti dan bisa berbahasa indonesia,
Ada satu hal yang aneh dari salah
satu bangunan disitu di baduy adalam ada suatu rumah yang agak menjauh dari
jarak rumah lain nya dan diberi pembatas bambu, orang luar tidak boleh
menginjakan kaki nya atau berkunjung kerumah tersebut bahkan warag penduduk
sekitar baduy dalam pun tidak boleh,
Itulah rumah seorang Pu’un yaitu sebutan orang yang
pangkat nya lebih tinggi dari jaro.
Atau pemimpin kampung tersebut
bahkan pu’un itu sendiri tidak pernah terlihat wujud nya buat orang2 yang dari
luar sehingga susah sekali jika kita ingin bertemu...
Pada saat kami berada di dalam rumah
jaro ada satu lagi rombongan kami datang dari jakarta mereka memang datang dan
tidak menginap bersama kami di hari pertama. Saya pun keluar dari rumah jaro
dan menuju ke arah sungai untuk mengambil air wudlu karena waktu mungkin
sekitar jam 2 siang say pun sholat di depan seberang rumah jaro. Dam alhamdulillah
nya mereka welcome untuk kita melaksanakaan ibadah di rumah mereka. Karena
memang sebenarnya mereka itu agama nya kepercayaan, yang mereka sebut dengan
sunda wiwitan.
Selesai shalat saya berdoa, terlihat
anak pemulik rumah yang masih kecil yang
beada di dalam rumah mengintip saya
heran dan ketika say a melihat wajah mereka mereka malu lalu lari bersembunyi
di dalam rumah,
Ibunya mengingat kan mereka untuk
tidak berisik, saya pun membalas senyum melihat tingkah mereka yang mengintip
saya dari balik ruangan....
Selesai itu saya keluar dari rumah
tersebut dan berterimakasih karena telah mengijinkan saya sholat disana, saya
pun keluar dan duduk diteras rumah itu,terlihat di seberang rumah,rumah jaro
masih menjamu teman kami yang baru datang dari jakarta tadi.
Hujan pun turun tapi cuacanya masih cerah,Hujaan Panas kalo
istilah orang2...
Setelah selesai mereka pun keluar
dan duduk sebentar,kami pun sepakat memutuskan untuk langsung segera kembali
lagi ke baduy luar karena hari sudah menjelang sore,
Saya berjalan beriringan dengan
anak2 dari jakarta dan memang ada dari mereka yang masih semester 1, saya pun
iseng bertama kepada mereka”kuliah semester berapa dek”.
“”Semester satu kak”, saya pun
membalas “oww sama dund sama saya,saya juga masih semester satu”.
Salah satu dari mereka menyeletuk
“ah ngak mungkin masa udah kumisan”.
Hahaha saya pun tertawa mendengar
celetukan anak itu..
Hari ga tau nya makin gelap2 setelah
hujan panas tadi, setelah berjalan agak cepat ketika hampir tiba di rumah
pertama tempat kami beristirahat ketika setelah melewati tanjakan insya Allah
tadi hujan pun benar turun dengan deras nya.
Saya menuruni tanjakan yang terjal
tadi dengan hati hati karena memang lebih bahaya jalan nya sangat licin dan
terjal ketika terjatuh akibat nya bisa fatal.
hujan pun semakin menjadi dan
suasana nya semakin gelap. Kamipumn harus ekstra hati2 ketika melewati jembatan
terakhir tadi karena sangat licin..
saya berjalan bertiga,saya dia dan
salah seorang teman saya satu lagi dari lebah banten...
agak beberapa lama kemudian muncul
teman kami, kami memang terpecah menjadi beberapa kelompok kecil karena hujan
tersebut bahkan teman kami ada yang tersasar,
saya pun sempat timbul rasa takut tersasar karena saya meninggal kan rombongan sendiri tapi
untung nya ada orang yang hendak menuju baduy luar jadi saya mengikuti dia,
tapi kalo dipikir lagi gimana kalo misal nya orang itu kesasar juga,he3x
saya mengikuti orang itu eh tiba2
dia menoleh ke belakang ngapain mas? Kesasar ya? saya aja kesasar juga kok,
haha pasti nya amat sangat konyol
kalo kejadian nya kaya gitu ditambah lagi jalan nya orang itu cepet banget
lagi^^
hujan deras dan semakin deras di
perparah lagi petir menyambar2 saya semakin mempercepat langkah saya sampai
semakin jauh meninggalkan orang yang di belakang saya sedang kan orang yang
didepan saya sudah tidak terlihat, saya terus melangkah dengan cepat sampai akhir nya
ketemu dengan anggota dari free land dia memang orang yang paling di depan, ah
saya sedikit lega..
lalu saya bertemu lagi dengan orang
yang dibelakang saya tadi setelah itu baru kami bertemu dengan rumah warga lagi
dia berasama seorang teman sya beristirahat dirumah itu,dan baik nya orang baduy
itu menyuguhi air hangat buat kami,
tapi saya tetap melanjutkan perjalanan
walaupun hujan nya masih lebat karena saya ingin menemani teman saya yang ingin
cepat sampai tidak enak membiarkan nya berjalan sendiri saya pun menemaninya
walaupun hujan masih lebat.
Saya bilang sama teman saya dan
dia”eh sory diluan ya ga enak kasian ninggalin dia sendirian”
“oke ya udah”. saya menitip kan
dompet saya sama dia karena takut basah Saya pun berjalan mengiringi teman
saya,,
Kami
pun mengobrol sambil melanjutkan perjalanan,
ada seekor kepiting melintas saya pegang
sebentar lalu saya lepaskan kembali.
Saya bicara sama teman saya “bang
udah mandi belum bang”
“ Belum yo,” , sama bang,hehe
“yaudah sekalian aja mandi di kali ntar”
“Ya udah bang”
Tiba di sungai walaupun keadaan
masih hujan deras kami tetap mandi kami langsung turun ke bawah jembatan dan
melepas baju kami dan meletakannya dibatu2 di sungai, kami pun saling bergantian
menggosokan punggung :)
Tak lama kemudian terlihat teman
kami melintasi jembatan tapi mereka tidak tau keberadaan kami karena memang
hujan benar2 deras jadi fokus nya hanya kerjalan..
Air sungai pun terasa semakin lama
semakin naik karena hujan tuirun masih sangat deras dan keadaan nya sudah tidak
memungkinkan untuk berlama2 di dalam aair kami pun memutuskan naik dari sungai
sebelum air benar2 pasang dan pada tingkat bahaya.
Sampai di penginapan kami kumpul dan
bercerita tentang dahsyat nya hujan lebat yang barusan terjadi dan juga
bercerita bahwa ada teman kami yang tersesat. Dan masih ada teman kami yang
tertinggal di salah satu rumah sebelum kampung baduy luar karena terjebak hujan
dan takut petir, hehe saya agak senyum sedikit ada juga rupanya anak pecinta alam
yang takut petir,heheheh
Setelah berganti pakaian kami pun
kembali makan bersama,tapi kali ini rasa nya lebih luar biasa karena setelah
seharian berjalan dan diterpa hujan yang sangat dingin jadi kami makan terasa
nikmat sekali, walaupun menu nya sama nasi hangat mie ikan sarden dan ikan asin
yang gurih ditambah keripik pedas yang di beli di museum banten wahhh pokok nya
nikmat banget dah makanan nya..
pokok nya kebersamaan nya kenyamanan
nya semuanya dapet komplit jadi satu.
ssetelah perut terisi kamipun
kembali2 berkumpul diteras tapi kali ini suasana nya lebih terang dari malam
sebelum nya karena sudah ada lampu petromak ,kami mengobrol hingga keadaan nya
semakin hangat,..
satu persatu kami memutuskan untuk
masuk ke dalam rumah untuk istirahat, saya pun tidur agak awal dari mereka...
Continue...
Continue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar